Follow Us @soratemplates

Senin, 03 November 2014

The Power of Kepepet


Suatu hari Kakak Celyn bercerita, dengan muka yang hepi dan berbinar-binar.
“Mi, nilai speaking test ku, tertinggi di kelas. Dari passing grade 18, aku mendapat nilai 27”, kata Kakak dengan muka yang hepi dan berbinar-binar.
“Wah, keren dong.. Hebat.. “, jawabku sambil aku tambahkan bla bla bla nasehat dan motivasi untuk menambah semangat belajarnya di kemudian hari.
Lanjutku lagi: “Emang yang lain slidenya bagus-bagus ga?”
“Temenku yang lain bagus-baguslah slidenya. Sama aja kayak punyaku”, ujarnya. Tp, pas presentasi, suara mereka kecil, pelan”.
“Brarti Kakak suaranya kenceng, dong?”, aku pun bertanya penasaran.
“Iya, suaraku kenceng. Soalnya aku nervous, jadi rasanya aku pengen berteriak supaya ilang nervousnya”, jawabnya.

Hahahahaha, langsung deh yang mendengar cerita Kakak tertawa terbahak-bahak. Aku, suami, asisten RT, semua tertawa keras….

Tapi dibalik tertawa keras itu, aku berfikir, bahwa dengan keadaan yang terdesak, semua orang menjadi mampu melakukan yang terbaik. Ternyata the power of kepepet itu benar adanya. Kepepet menjadi multivitamin yang ajaib. Seseorang dapat melakukan sesuatu menjadi lebih baik, lebih kreatif, lebih konsentrasi, lebih berani, dan lebih lebih postif lainnya dalam waktu yang singkat. Seakan-akan otak mememerintahkan tubuh untuk melakukan yang sempurna. Dan, ternyata itu BISA.

Inilah kata kuncinya: BISA.

Harusnya, tanpa kepepet pun, kita bisa melakukan dan menghasilkan sesuatu yang maksimal. Tapi mungkin kadangkala tidak tercapai karena malas, takut, kurang percaya diri. Pola pikir perlu diubah.

Bagaimana menghilangkan menghilangkan hal-hal negative tersebut?
*      Biasakan berinteraksi dengan orang banyak.
*      Sering-seringlah berlatih. Misal akan melakukan presentasi, berlatihlah terus sampai muncul keyakinan bahwa AKU BISA.
*      Anggapan masih ada hari esok, untuk kali ini dihilangkan. Jadi kita akan berusaha menyelesaikan pekerjaan, pekerjaan, belajar, secepat mungkin. Jangan menunda-nunda.
*      Berani bertanya. Untuk sesuatu hal yang tidak kita ketahu, atau kurang kita pahami, bertanyalah pada ahlinya. Jangan menyimpan rasa penasaran kita sendiri tanpa bisa memecahkannya.


(Pesan buat Kakak, Adik, dan Sinyo jika suatu saat membaca tulisan Mami ini, bahwa selalu percaya diri dan yakinlah kalian bisa. Tuhan sudah menganugerahkan kemampuan dan keahlian yang berbeda-beda pada mahluknya. Selalu berusahalah terus untuk mencoba menjadi lebih baik lagi. Jangan mudah putus asa.)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar